Selasa, 30 Agustus 2016

Pantai Sokcho

Dari Chuncheon, kami menumpang bus nonstop sekitar 1,5 jam sampai terminal intercity Sokcho. Naik bus lagi 1, 1-1, 7, 7-1, 9, 9-1, 16, 18, 66, atau 66-1, (mungkin semua bus-dalam-kota bisa?) sampai terminal express. Jika dari Seoul bisa naik bus dari terminal Dongseoul sampai terminal intercity atau langsung dari terminal Gangnam ke terminal express. Lanjutkan jalan kaki 500-an meter. Tibalah di pantai.

melewatkan sunrise di pantai Sokcho

Dulu Hilmi nangis-nangis di pantai Chania ga mau kena ombak. Sekarang menikmati sekali, malah menawar pulang ke Chuncheon dua puluh hari lagi. Jadi, kini samalah keduanya, Papa dan Hilmi mencinta pantai.




Tahun ini pantai Sokcho buka 8 Juli - 21 Agustus 2016. Artinya, pada waktu tersebut diperbolehkan berenang, meski hanya jam 9 -18. Ada fasilitas toilet, kamar mandi, dan ruang ganti pakaian yang memadai jumlahnya, ada petugas yang mengawasi dan siap menolong, ada payung-payung dan alas kayu sepanjang pantai yang tidak boleh dipijak kalau gamau bayar. Sigh! Di luar jam dan tanggal tersebut, petugas berpatroli menyuruh semua orang minggir, dilarang sama sekali menyentuh air. Oh, setelah burkini ban di Perancis, peraturan di Sokcho ini juga sungguh sangat tidak asik.



Namun seperti kata PapaMi, membiarkan air laut menyentuh kaki, akhirnya menyembuhkan semua bad mood. Ketika pagi petugas belum ada, kami memuas-muaskan main air. "The cure for anything is salt water. Sweat, tears, or the sea." Walaupun saya tetap memilih gunung, Seoraksan, hihi.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar